Ultraman Deoxus X Mahou Shoujo Lyrical Nanoha Vivid(ウルトラマンデオクサス×魔法少女リリカルなのはVivid) Episode 1
Ultraman Deoxus×
Mahou Shoujo Lyrical Nanoha Vivid....
ウルトラマンデオクサス×
魔法少女リリカルなのはVivid....
Urutoraman Deokusasu × mahōshōjoririkarunanoha vu~ivu~iddo....
Opening Theme Song :
Lightning Returns Final Fantasy XIII -
Savior of Souls....
Episode 1 : Deoxus X Vivid....
________________________________________________________________________________________
Di dunia Meta Field....
Ultraman Deoxus Red
(Johnny Ford):"Hm....!"
(serius)(bersiap untuk bertarung)
Dark Mephisto(Rowlin Gomez):
"Hnhnhnhn....!"
(santai)(tertawa jahat)
Deoxus Red melawan Dark Mephisto:
"HEAH!!!/GRAH!!!"
(WUZZZ BUK BAK BEK BIK DAK BOX!!! 1000x)
Saat ini dua sosok sedang bertarung.
Kedua sosok itu saling bertukar serangan menggunakan serangan dan senjata
milik mereka.
Deoxus Red melawan Dark Mephisto:
"HEAH!!!/GRAH!!!"
(WUZZZ BUK BAK BEK BIK DAK BOX!!! 1000x)
Dark Mephisto:
"Serahkan kristal Ultra Spark padaku....!"
(santai)
Deoxus Red:"Aku tidak mau.
Ada seseorang yang harus aku lindungi.
Dan Ultra Spark ada di tempat yang aman."
(serius)
Dark Mephisto:"Katakan padaku di mana tempat itu berasal.Atau kalau tidak....!"
(santai)
Deoxus Red:"Aku tidak akan memberitahukannya padamu."
(serius)
Deoxus Red:"TSEH!!!TSEH!!!
Hoooooohhh....!HEAH!!!"
(DZIIIIIING!!!DZIIIIIING!!!CRRRRZZZ!!!
WUZZZ JNNNN!!!)
(serangan laser Ultraman Nexus Junis Red)
Dark Mephisto:"Haaaaaahhh....!HEAH!!!"
(WUZZZ CRRRRZZZ!!!WUZZZ JNNNN!!!)
(serangan laser Dark Mephisto)
(BOOOOOOMMM!!!DHUAR!!!)
________________________________________________________________________________________
Ultraman Deoxus×
Mahou Shoujo Lyrical Nanoha Vivid....
ウルトラマンデオクサス×
魔法少女リリカルなのはVivid....
Urutoraman Deokusasu × mahōshōjoririkarunanoha vu~ivu~iddo....
________________________________________________________________________________________
-Michilda-
Di dalam kamar, seorang gadis berambut pirang dengan bola mata yang berbeda warna sedang melihat pemandangan Kota dari jendela kamarnya. Kemudian sebuah sinar yang turun dari langit menarik perhatiannya.

"Hmmm apa itu Bintang Jatuh?"


Keesokan harinya. Di dalam Hutan saat ini dua orang gadis sedang menyelusuri hutan, gadis pertama adalah Takamachi Vivio dan yang kedua adalah Einhart Stratos.

"Apa kau yakin di sini tempatnya Vivio?"

"Ya Einhart-san, Semalam aku melihat bintang jatuh ke arah sini."

"Hmmm?" Gadis berambut putih berjalan mendekati pohon dan mengamati dahan pohon yang mengalami kerusakan.

"ada apa?" Tanya Vivio.

"Pohon-pohon ini mengalami kerusakan yang hampir sama, seolah-olah ada sesuatu yang menyerempet mereka."

"Kalau begitu…!?"

"Jika yang dikatakan Vivio benar, maka seharusnya benda itu jatuh ke arah sana" Ucap gadis itu sambil menujuk arah dengan jarinya.

"kalau begitu ayo, Einhart-san!"

Mengikuti petunjuk yang mereka dapatkan, kedua gadis itu melanjutkan perjalanan mereka.


"Uwaah!" Tak lama setelah melanjutkan perjalanan, kaki Vivio menabrak sesuatu yang membuatnya terjatuh.

"Vivio?"

"Aduh…..Hmmm…?" Ketika Vivio melihat apa yang membuatnya terjatuh, dia menemukan sebuah kotak bewarna hitam dengan corak emas dan terdapat simbol lingkaran sihir di atasnya.

"Sebuah kotak?" Ucap Vivio sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil kotak tersebut.

"Aku tidak pernah melihat motif seperti ini." Ucap Einhart.

"Ah terbuka hmmmm….Sebuah batu kristal?"

Dari dalam kotak itu dia menemukan sebuah kristal merah berbentuk hati, dan ketika Vivio mengulurkan tangannya untuk menyentuh kristal itu, tiba-tiba batu itu bersinar sangat terang dan menyilaukan. Tak lama kemudian cahaya mulai mereda dan batu kristal itu mulai melayang masuk ke dalam tubuh Vivio.

"Eeehhhh!?"

"Vivio, apa kau baik-baik saja!?"

"Ya, tapi batu yang barusan itu….."

"Batu itu masuk kedalam tubuhmu. Apa kau merasakan sesuatu yang aneh?"

Vivio mulai meraba tubuhnya untuk memeriksa apakah ada keanehan yang muncul, tapi dia tidak menemukan keanehan sama sekali.

"Tidak ada yang beda."

"Hmmm haruskah kita pulang sekarang?"

"Akan sangat sayang jika kita pulang sekarang, aku yakin lokasi bintang jatuhnya sudah dekat."

"Baiklah, tapi setelah ini kita harus melaporkan semuanya pada Nanoha-san dan Fate-san."

"Iya."

Dan sekali lagi mereka melanjutkan perjalanan.


"Einhart-san itu…..!"

"Sebuah kawah. Pasti jatuh disana"

"Hmmm aku tidak melihat bintang, Eh! Einhart-san itu….." Ucap Vivio yang menunjukan jarinya ketengah kawah.

Seseorang pria berusia dua puluhan berambut cokelat dengan mengenakan jaket hitam sedang terbaring
tidak sadarkan diri.

"Hmmmm… Ada orang yang terbaring di tengah kawah, apa mungkin bintang jatuh yang di lihat vivio adalah orang itu?"

"Kita harus menolongnya!"

"Tunggu Vivio."

Walaupun sudah di peringati oleh temannya, Gadis berambut pirang itu tetap menuruni kawah dengan perlahan dan mendekati Pria yang tak sadarkan diri.

"Apa kau baik-baik saja!?"
Johnny Ford(Ultraman Deoxus):
"Aku baik-baik saja.Ya."
(serius)(kesakitan)
(berbicara,kemudian mengangguk)
Johnny:"Uh....!"
(serius)(perut berbunyi)(lapar)
-Michilda, Biro Pengurus Ruang dan Waktu-
Di salah satu ruangan Biro Pengurus Ruang dan Waktu, saat ini ada tiga orang perempuan yang sedang mengadakan pertemuan. Mereka adalah Takamachi Nanoha, Fate Testarosa Harlaown dan Yagami Hayate.
"Terima kasih sudah datang." Ucap Hayate menyambut kedua temannya yang datang.
"Apa terjadi sesuatu, Hayate-chan." Tanya Nanoha.

"Aku yakin kalian sudah mendengar tentang kelompok monster Space Beast
yang menjadi buronan, kan?"

"Ya. Aku sering mendengar tentang pergerakan mereka yang semakin agresif, dan baru-baru ini mereka menyerang berbagai dunia dan juga mencuri harta nasional mereka." Ucap Fate sambil mengingat informasi yang dia ketahui.

"Sebenarnya Biro sudah banyak mengirimkan prajurit untuk melakukan penyelidikan tentang mereka dan sangat disayangkan kita kehilangan kontak dengan mereka semua." Ucap hayate dengan sedih, tetapi dia melanjutkan.

"Tapi meski begitu, berkat perjuangan mereka kita mendapatkan sedikit informasi tentang pemimpin mereka."

Di sebuah layar menampilkan wajah seorang Pria berusia 20 tahunan.

"Namanya adalah Rowlin Gomez, nama lainnya adalah Dark Mephisto dan di yakini sebagai pemimpin dari organisasi tersebut."

"Apa mungkin pertemuan ini terkait pergerakan mereka?"

"Aku juga tidak yakin." Ucap Hayate yang sedikit ragu yang membuat Nanoha dan Fate bingung.

"Sebenarnya, tadi malam radar kita merasakan aktivitas misterius yang tidak di ketahui, kami mencurigai kalau ini memiliki hubungan dengan organisasi Space Beast. Dan mengingat apa yang sudah terjadi, kita tidak bisa mengirim sembarang orang."

"Karena itu aku ingin kalian untuk melakukan pencarian tentang aktivitas
yang baru saja terjadi."

*Bip bip bip*

[Komandan Hayate, kami mendeteksi sinyal energi yang muncul dari lokasi yang semalam.]

"Terima kasih atas laporannya, aku akan segera mengirimkan seseorang." Ucap hayate sebelum menutup komunikasi.

"Seperti yang kalian dengar, sepertinya ada sesuatu disana. Aku ingin kalian melakukan pemeriksaan dengan hati-hati."

""Baik""
________________________________________________________________________________________
Johnny:"Terima kasih telah
memberikanku makanan dan minuman.
Namaku Johnny.Johnny Ford.Salam kenal."
(santai)
"Namaku Takamachi Vivio, dan ini Partnerku Sacred Heart." Ucap gadis berambut pirang dengan boneka kelinci yang melayang disekitarnya.

"Einhart Stratos dan ini Asteion." Ucap gadis berambut silver dengan boneka yang terlihat seperti kucing.

"Ngomong-ngomong Johnny-san,
kenapa kau bisa berada di tempat itu?"
Johnny:"Saat itu,aku berubah menjadi
Ultraman Deoxus dan bertarung
melawan Dark Ultraman Dark Mephisto.
Kemudian kami beradu serangan laser
dan kami terlempar dan aku berada
di tempat di mana kalian menemukanku."
(santai)
Einhart:"Dark Mephisto....!Siapa dia?"
(serius)
Johnny:"Dark Mephisto adalah
Rowlin Gomez,salah satu
anggota Dunamist.
Aku juga seorang Dunamist
akan tetapi aku tidak jahat."
(santai)
Johnny:"Sepertinya ada yang hilang."
(serius)(memeriksa isi saku celana
dan saku jaket hitam)
"Johnny-san, apa ada yang salah?"
Tanya Vivio yang penasaran.
Johnny:"Sepertinya....!
Alat berubahku hilang."
(serius)
"Bagaimana kalau kami membantu mu mencarinya?" Vivio menawarkan bantuan.
Johnny:"Ya,terima kasih.Bantu aku,ya."
(santai)(mengangguk,kemudian berbicara)
"Ngomong-ngomong benda seperti apa yang kau cari?" Tanya gadis berambut silver.
Johnny:"Sebuah kotak hitam
dengan motif emas."
(santai)
"Anoo… Johnny-san, apa mungkin kotak ini yang kau cari?" Ucap Vivio sambil mengeluarkan Kotak yang sebelumnya
dia temukan dari tas nya.
Johnny:"Terima kasih.Huh?"
(santai)
Johnny:"Alat berubahku hilang?"
(serius)
"J-Johnny-san sebenarnya…" Vivio mulai menceritakan semuanya...
Vivio mulai menceritakan semuanya.
Johnny:"Jadi begitu rupanya,ya?"
(santai)
"Aku minta maaf, seharusnya aku tidak menyentuhnya.." Vivio membungkukan badannya sambil meminta maaf.
Johnny:"Tidak perlu minta maaf,Vivio.
Jika ada yang salah,
maka itu adalah kecerobohanku."
(santai)(tersenyum)
(mengelus kepala Vivio dengan lembut)
Meskipun dia tau seberapa pentingnya benda itu, Johnny tidak bisa begitu saja memarahi anak-anak dan lagi ini semua terjadi karena kecerobohanya.
"Johnny-san….." Meskipun Vivio lega kalau Johnny tidak marah, tapi dia merasa sudah membuat Johnny kesulitan.
Johnny:"Ngomong-ngomong....!
Di mana aku?Dan aku berada di mana?"
(santai)
"Nama planet ini adalah Michilda"
Johnny:"Jika tidak salah seharusnya disini ada markas Biro Pengurus
Ruang dan Waktu,ya kan?"
(santai)
"Ya mamaku bekerja disana.."
Johnny:"...."
(serius)(merasakan sesuatu)
"Johnny-san…?"
" Ssstt…" Johnny memberikan sinyal
kepada Vivio dan Einhart.

*Duk Duk Duk Duk Duk*

Suara langkah kaki terdengar, semakin lama suaranya semakin besar dan semakin mendekat.

*Krek Krek Krek Krek*

Suara pohon yang berjatuhan juga terdengar, seolah-olah pemilik jekak kaki itu menjatuhkan pohon yang menghalangi jalannya. Tak lama kemudian sosok yang berjalan mendekat itu mulai terlihat…

Sosok itu menyerupai banteng dengan proposi badan seperti manusia yang memiliki tinggi 3 meter dan memiliki sepasang tanduk yang menjulang ke atas. Dia memiliki mata merah menyala dan kulit bewarna biru dengan armor putih menutupi badannya.
Buffarx,monster Space Beast banteng.
Buffarx:"Deoxus,
akhirnya aku menemukanmu."
(santai)
Johnny:"Monster Space Beast banteng.
Buffarx."(serius)
"Space Beast?Buffarx?"
"Aku adalah Buffarx, atas perintah
Dark Mephisto aku kemari untuk membunuhmu dan mengambil
kristal Ultra Spark. Tapi melihat penampilanmu yang sekarang…."
Buffarx memandang kondisi Johnny
dan tersenyum percaya diri.
"Hehehe Jika kau menyerahkan Ultra Spark padaku maka aku akan membiarkanmu hidup. Bagaimana?" Ucap monster banteng dengan nada sombong.
Johnny:"Aku tidak akan
menyerahkannya padamu."
(serius)
"Kalau begitu apa boleh buat....!Zetton!" Buffarx merasa kecewa dan mulai memanggil monster kaijuu seukuran manusia normal.
"Einhart-san!" Vivio memandang temannya dan dibalas anggukan.
"Johnny-san, sembunyilah.
Kami akan melawan mereka!"
Johnny:"Baik,Einhart."
(serius)(mengangguk)
"Einhart dan aku akan melakukan sesuatu, jadi tolong sembunyilah."
"Hehehe, memangnya apa yang bisa dilakukan dua anak kecil."
Buffarx bisa saja langsung mengejar Johnny, tapi kesombongannya membuat dia tetap tinggal untuk melihat apa yang akan dilakukan kedua anak tersebut.

"Sacred Heart. Set Up !"

"Asteion. Mode bertarung !"

Segera kedua anak itu berubah menjadi gadis remaja dengan perlengkapan untuk bertarung.

"Hooo... Menarik juga, Maju Zetton !"

Dengan Perintah dari Buffarx para Zetton mulai menyerang begitu juga dengan Vivio dan Einhart langsung bergegas maju untuk menghajar para Zetton.

*Tinju*

*Tendang*

*Tinju*

*Tinju*

*Tendang*

*Tendang*

Satu demi satu mereka berdua berhasil menjatuhkan para Zetton dengan kemampuan mereka dan hanya menyisakan Buffarx yang masih berdiri
dengan percaya diri.

"Hyaa!"

"Haaa!"

Mereka bergegas mengarakan tinju mereka ke arah Buffarx,akan tetapi Buffarx berhasil menangkap tinju mereka degan telapak tangannya.
"Apa!"
"Hehehe Tinju kalian lumayan juga tapi sayang sekali aku tidak selemah Zetton."

Buffarx menarik lengan kedua gadis itu untuk mendekatkan jarak dan kemudian dia mengarahkan telapak tangannya dan mendorongnya kehadapan mereka dan kemudian...

*Booom*

Energi ledakan muncul dari telapak tangan Buffarx dan membuat kedua gadis itu terlempar menabrak pohon.

"Ukh.."

"kuh..."

*Duk Duk Duk Duk* Dengan angkuhnya monter banteng itu berjalan mendekati mangsanya.

"Hehehehe kalian pikir bisa melawanku..."

Buffarx berencara untuk menggunakan tekniknya sekali lagi.

"sekarang matilah !"

*Swosh*

*Bang*

"Arrhgggg…! Tanduk-ku!"

Sebuah peluru perak melesat dan mengenai tanduk Buffarx dan membuatnya hancur.

"Siapa itu!?" Dengan amarahnya yang tinggi, Buffarx melihat sekeliling untuk mencari orang yang menghancurkan salah satu tanduknya yang berharga, dan kemudian dia menemukan satu orang yang bediri di balik pohon yang tidak jauh.

"Dunamist Deoxus!"

"J-Johnny-san!"

"Kenapa kau belum lari..."

Ya, orang itu adalah Johnny Ford yang menggunakan Evoltruster dalam mode tembak untuk menyerang Buffarx
dari kejauhan.
Johnny:"...."(serius)
(gaya henshin Ultraman Nexus Junis Red)
(PEW!!!)
(ZRIIIIIING!!!PEW!!!PEW!!!PEW!!!)
Ultraman Deoxus(ukuran manusia):"...."
(santai)(gaya pose Ultraman Nexus,
kemudian bersiap untuk bertarung)
"Cih"
Deoxus melawan Buffarx:
"HEAH!!!/GRAR!!!"
(WUZZZ BUK BAK BEK BIK DAK BOX!!! 1000x)
Buffarx:"ARGH!!!"
(terlempar dan jatuh terkapar)
Deoxus:"Hm....!Hm!"
(serius)(berubah menjadi Deoxus Red)
Deoxus Red:"...."
(serius)
"Einhart-san, apa kau melihatnya?"

"Ya, kemampuan bertarungnya
sangat menakjubkan."

"Johnny-san sangat hebat."
Deoxus Red:"Hooooh....!HEAH!!!"
(serius)(mengaktifkan portal
dunia Meta Field)
Di dunia Meta Field....
Deoxus Red melawan Buffarx:
"HEAH!!!/GRAR!!!"
(WUZZZ BUK BAK BEK BIK DAK BOX!!! 1000x)/(WUZZZ SLSH!!! 1000x
WUZZZ SLSH!!!)
Serangan demi serangan
mengenai Buffarx.
"Uggh, Sialan!"
Kesal karena kapaknya hancur, Buffarx membungkukan badannya dan mulai bergerak layaknya seekor banteng
yang hendak menyeruduk mangsanya.
Deoxus Red:"...."
(serius)(menghindar sambil
melompat salto ke samping kanan)
Dengan serudukan yang kuat dari Buffarx akan tetapi Deoxus Red masih dapat menghindar dari serudukan tersebut.
Deoxus Red:"...."
(serius)(mengeluarkan pedang laser
dari tangan kanan nya)
Buffarx:"Hhhffffhhh....!!!"
(menyeruduk Deoxus Red)
Deoxus Red:"HEAH!!!"
(WUZZZ SLSH!!!CRRRRZZZ!!!)
Buffarx:(BOOOOOOMMM!!!DHUAR!!!)
"ARGH!!!"(terlempar dan jatuh terkapar)
Deoxus Red:"...."
(serius)(mengeluarkan panah laser
dari tangan kanan nya)
Deoxus Red:"HEAH!!!"
(WUZZZ LHEM!!!CRRRRZZZ!!!)
Buffarx:(BOOOOOOMMM!!!DHUAR!!!)
"ARGH!!!"(terlempar dan jatuh terkapar)
Deoxus Red:"Saatnya....!"
(serius)(mengangguk)
Deoxus Red:"TSEH!!!TSEH!!!
Hoooooohhh....!HEAH!!!"
(DZIIIIIING!!!DZIIIIIING!!!CRRRRZZZ!!!
WUZZZ JNNNN!!!)
(serangan laser Ultraman Nexus Junis Red)
Buffarx:(BOOOOOOMMM!!!DHUAR!!!)
"ARGH!!!!!!"
Buffarx yang tidak bisa menghindar hanya bisa menerima tendangan itu sambil berteriak menerima kekalahannya
dan kemudian tubuhnya mulai meledak.
Di dunia Michilda....
Deoxus Red:"Hm....!Hm!"
(santai)(berubah menjadi manusia)
Johnny:"...."(santai)
Di kejauhan dia melihat Vivio mulai berjalan mendekat sambil melambaikan tangannya
di ikuti oleh Einhart dibelakangnya.
Akan tetapi....
*Slash*
*Boom*
Pada saat Johnny hendak berjalan mendekati kedua anak itu, tiba-tiba sebuah tebasan pedang dengan cahaya kuning keemasan muncul dan menabrak permukaan tanah yang membuat
Johnny harus bergerak mundur.
Saat asap menghilang dua orang wanita yang bersenjatakan tombak dan pedang berdiri di hadapan Vivio dan Einhart, seolah-olah mereka ingin melindungi anak-anak itu dari Johnny.
Johnny:"Nanoha,Fate.
Apa yang kalian lakukan di sini?"
(serius)
"Kami dari Biro Pengurus Ruang dan Waktu !" Ucap Gadis dengan Pedang.
"Rowlin Gomez, Menyerahlah dengan Tenang !" Ucap Gadis dengan Tombak.
Johnny:"...."
(serius)(bersiap untuk berubah
dan bertarung)
To Be Continue....
Komentar
Posting Komentar